Saturday, January 16, 2010

sahabatku

sahabatku
meletakkan aku disisinya, ia tidak menuntutku membicarakan setumpuk hal bersamanya atau melakukan sejuta jadwal, ia tak memintaku melakukanapa yang diinginkannya, ia juga tak menghakimiku tuk salahku, duduk diam disisinya lebih dari cukup. karena hati berbicara. takperlu mulut berbuih tuk semarakkan waktu. karena waktu tetap istimewa jikaaku dengannya. aku takperlu menutupi hatiku menebarkan senyum tuk lukaku.