Monday, August 16, 2010

Wahai negeriku yang sedang sakit

Wahai Negeriku yang sedang sakit.
Entah apa yang menjadi obatmu.
Sakitmu tak kunjung reda.
Deritamu tak kunjung sirna.

Wahai negeriku yang sedang sakit.
Tak pernah orang lain datang menjengukmu.
Tak ada kah yang tergugah?
Tak adakah yang kasihan kau merana?
setiap selmu menderita.
Padahal kita satu tubuh,satu jiwa.

Wahai negriku yang sedang sakit.
Mengapa tak kunjung sadar jua,
Tak juga tergerak siuman walau seujung jari.

Wahai negriku yang sedang sakit.
Sakit apakah gerangan engkau?
Otakmu yang tak bekerja itu penuh darah yang tak terpakai.
Keluar dari pembuluh diotakmu.
Apakah kau stroke wahai negriku?
Dan di bagian lain terdapat sel yang menggerogoti yang menyebar.
Apakah kau terkena kangker wahai negeriku?

Wahai negeriku yang sedang sakit.
Kau belum berakhir.
Belum waktunya kau mati, tergeletak, terkapar menjadi bangkai yang bau busuk.

Wahai negriku yang sedang sakit.
Engkau kuat.
Engkau hebat.
Engkau harus segera bangun.
Bangun dari tidur panjangmu.

Wahai negriku yang sedang sakit.
Sekarang, hari ini, saat ini semua bagian tubuhmu bergetar.
Menyenandungkan lagumu.
Mengenang saat kelahiranmu.
Dengan harapan engkau sembuh dari sakit.
Bangun.
Berdiri.
Berlari.

170810