Monday, October 25, 2010

sederhana

Ya.

Aku bukan angin yang menyegarkan dikala terik menerpa.


 

Ya.

Aku bukan warna yang melengkapi setiap lembaran kertas bergambar.


 

Ya.

Aku bukan pucuk daun yang muncul setelah kebakaran hutan.


 

Ya.

Aku bukan pelangi yang muncul setelah badai meluluh lantahkan.


 

Ya.

Aku bukanlah sang fajar yang menghilangkan kelam malam dengan mengganti dengan pagi yang cerah.


 

Ini aku.

Aku adanya.

Cintaku sederhana.

Bukan cinta para pujangga yang melewati langit ketujuh, menembus bumi, melewati lautan luas.

Bukan cinta para penyair yang berliang air mata, Bersimbah perih terkadang tertawa dan terkadang merana.


 

Cintaku sederhana.

Tak ada ciuman mesra.

Tak ada pelukan erat.

Tak ada tengan yang bergandengan.

Tak ada sentuhan.


 

Cintaku sederhana.

Tak bisakah kau merasakannya wahai penyejuk jiwaku?!

Yang aku bisa hanya menatapmu.

Berharap kau menoleh kepadaku.

Berharap kau tersenyum kepadaku.

Berharap kau tertawa disetiap pertemuan kita.


 

Aku tahu kita bukan setangkai bunga,

Dimana putik dan benang sari ditempatkan dalam wadah yang satu.

Yang sudah ditakdirkan bersama dari awal dilahirkan.


 

Inilah aku.

Dengan kesederhanaan cintaku.

Aku selalu berusaha menjadi embun bagimu dikala kemarau.

Maaf kali ini sedang hujan. Aku tak bisa maksimal menyejukkanmu.

Maafkan cintaku yang terlalu sederhana..


 

241010